Nama “Sagori” diambil dari Pulau Sagori yang menjadi simbol kekayaan alam, sejarah, dan budaya masyarakat pesisir di Pulau Kabaena.
Semangat yayasan tumbuh dari keprihatinan terhadap degradasi lingkungan, ketimpangan akses terhadap sumber daya, hilangnya nilai-nilai budaya lokal, serta belum optimalnya pemanfaatan potensi ekonomi berbasis sumber daya alam yang berkelanjutan.
Bagi YSLI, pelestarian lingkungan dan kebudayaan tidak berdiri sendiri. Keduanya menjadi bagian dari upaya memperkuat kehidupan masyarakat pesisir secara berkelanjutan.

